
Degradasi tanah di perkebunan tropis adalah proses yang lambat dan sering tidak terlihat sampai menjadi masalah produksi. Tanah mineral yang padat dengan bahan organik yang sedikit, kapasitas tukar kation yang rendah, dan biologi tanah yang lemah kurang merespons pemupukan: sebagian besar nitrogen dan kalium yang diaplikasikan dapat tercuci, dan fosfor dapat terfiksasi dalam bentuk yang tidak dapat dimanfaatkan tanaman. Pembenah tanah humat adalah salah satu sarana untuk menangani keterbatasan mendasar ini, bersama masukan bahan organik, tanaman penutup tanah, dan kapur bila diperlukan. Artikel ini menjelaskan ilmu di balik zat humat, apa yang ditunjukkan dan tidak ditunjukkan oleh penelitian, serta cara menggunakannya di tanah perkebunan yang terdegradasi.
Apa itu zat humat?
Zat humat adalah senyawa organik kompleks yang terbentuk dari penguraian bahan tumbuhan dan hewan dalam waktu yang lama. Zat ini terdapat dalam leonardit (batu bara peringkat rendah yang teroksidasi), batu bara muda, gambut, dan tanah yang kaya bahan organik. Produk humat komersial biasanya diekstraksi dari leonardit, dan kadar asam humatnya sangat bergantung pada metode pengukurannya, jadi bandingkan produk dengan metode yang sama.
Dua fraksi yang paling relevan secara agronomis adalah:
- Asam humat (HA): fraksi yang lebih besar dan larut dalam alkali. Asam humat dapat membentuk kompleks organo-mineral dengan liat yang mendukung kemantapan agregat, retensi air, dan aerasi, serta memiliki kerapatan tapak bermuatan negatif yang tinggi, sehingga menambah kemampuan tanah menahan kation seperti NH₄⁺, K⁺, Ca²⁺, dan Mg²⁺ dari pencucian.
- Asam fulvat (FA): fraksi yang lebih kecil dan larut pada seluruh kisaran pH. Asam fulvat membentuk kompleks dengan unsur hara mikro seperti Fe, Zn, Mn, dan Cu dalam larutan tanah, yang dapat membantu menjaga ketersediaannya, terutama dalam kondisi masam atau tergenang.
Tanah mana yang paling mungkin merespons?
Respons terhadap produk humat tidak seragam. Tanah yang lebih mungkin menunjukkan respons yang terukur memiliki satu atau lebih ciri berikut:
- Bahan organik rendah: tanah berpasir atau yang sangat lapuk, seperti Ultisol dan Oksisol yang umum di blok perkebunan yang lama diusahakan.
- KTK rendah: kehilangan pupuk yang tinggi melalui pencucian dan retensi hara yang lemah di antara aplikasi.
- Pemadatan: bobot isi yang tinggi di lapisan atas, biasanya akibat lalu lintas alat berat saat panen dan peremajaan.
- Aktivitas biologi rendah: sedikit cacing tanah dan sisa tanaman lambat terurai.
- Kemasaman tinggi: tanah masam meningkatkan kelarutan aluminium dan besi, yang mengikat fosfor dan menghambat akar. Zat humat dapat membentuk kompleks dengan aluminium dan besi, tetapi tidak memperbaiki kemasaman tanah: tanah yang sangat masam tetap memerlukan kapur berdasarkan uji tanah.
Apa yang ditunjukkan penelitian
Hasil penelitian yang dipublikasikan tentang produk humat beragam. Sebuah meta-analisis besar menemukan rata-rata peningkatan pertumbuhan tanaman, tetapi banyak penelitian tidak menunjukkan efek yang berarti (Rose dkk., 2014). Sebuah meta-analisis tahun 2024 tentang aplikasi asam humat melaporkan efisiensi penggunaan nitrogen yang lebih tinggi secara rata-rata, dengan respons terbaik pada pH tanah sedang (6 hingga 8) dan respons yang lebih lemah di luar kisaran itu (Ma dkk., 2024). Sebuah penelitian rumah kaca terhadap enam produk berbahan lignit pada dosis anjuran produsen menemukan efek pertumbuhan yang tidak konsisten antarjenis tanah dan spesies, serta tidak ada tren yang konsisten pada biomassa mikroba (Little dkk., 2014).
SoilBoost EA tidak termasuk produk yang diuji dalam penelitian tersebut. Anggaplah pembenah humat sebagai bagian dari program tanah dan ukur responsnya di blok Anda sendiri.
Dosis dan metode aplikasi
Produk humat sangat beragam dalam konsentrasi dan formulasi, jadi bandingkan berdasarkan kadar asam humat dan metode pengukurannya, bukan volume produk. SoilBoost EA dipasok dalam bentuk kering dan dapat diaplikasikan ke tanah di sekitar zona akar, dilarutkan dalam air sebagai siraman, atau digunakan di lubang tanam saat pemindahan bibit. Dosis untuk perkebunan tercantum di halaman produk atau tersedia atas permintaan; sepakati dosis khusus lokasi dengan agronom Anda.
Integrasi dengan program tanaman penutup tanah
Pembenah tanah humat dan tanaman penutup tanah kacangan menangani bagian yang berbeda dari masalah yang sama. Tanaman penutup menambah bahan organik dan nitrogen serta melindungi permukaan tanah; pembenah humat dapat membantu tanah menahan unsur hara. Di blok peremajaan dengan degradasi tanah dan tekanan gulma, tanaman penutup kacangan seperti Mucuna bracteata atau Calopogonium mucunoides dapat ditanam bersamaan dengan perlakuan tanah saat pemindahan bibit.
SoilBoost EA diformulasikan untuk tanaman perkebunan tropis. Untuk panduan sesuai jenis tanah dan tanaman Anda, minta penawaran atau hubungi tim agronomi Chemiseed, atau gunakan kalkulator tanaman penutup tanah kami untuk saran spesies sesuai lokasi.
Referensi
- Little, K.R., Rose, M.T., Jackson, W.R., Cavagnaro, T.R. & Patti, A.F. (2014). Do lignite-derived organic amendments improve early-stage pasture growth and key soil biological and physicochemical properties? Crop and Pasture Science 65(9): 899-910. https://doi.org/10.1071/CP13433
- Ma, Y., Cheng, X. & Zhang, Y. (2024). The impact of humic acid fertilizers on crop yield and nitrogen use efficiency: a meta-analysis. Agronomy 14(12): 2763. https://doi.org/10.3390/agronomy14122763
- Rose, M.T., Patti, A.F., Little, K.R., Brown, A.L., Jackson, W.R. & Cavagnaro, T.R. (2014). A meta-analysis and review of plant-growth response to humic substances: practical implications for agriculture. Advances in Agronomy 124: 37-89. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-800138-7.00002-4