Paddy Yellowing Is Not Always Nitrogen: Diagnosing Iron Deficiency in Malaysian Rice - Chemiseed Sdn. Bhd.

Menguningnya padi tidak selalu karena nitrogen: mendiagnosis defisiensi besi pada padi Malaysia

Wet paddy field after monsoon rain

Padi menguning di sawah terendam sering diasumsikan sebagai defisiensi nitrogen. Seringkali memang benar. Tetapi sawah yang menerima aplikasi N saat musim hujan dapat tetap menguning pada fase anakan, dan penyebabnya adalah besi, bukan nitrogen. Kedua defisiensi ini terlihat membingungkan karena mirip di tahap awal, tetapi defisiensi besi memiliki ciri visual yang tepat dan kimia tanah yang spesifik. Belajar membedakannya menyelamatkan Anda dari mengaplikasikan nitrogen pada masalah besi, dan tidak menyia-nyiakan uang maupun tenaga untuk perbaikan yang salah.

Mengapa tanah terendam mengunci besi

Besi hadir di tanah dalam dua bentuk: Fe³⁺ (ferri, teroksidasi) dan Fe²⁺ (ferro, tereduksi). Fe³⁺ tidak larut pada pH >4; ia mengendap sebagai hidroksida besi dan tidak tersedia bagi akar tanaman. Dalam kondisi terendam, anaerobik, mikroba tanah mereduksi Fe³⁺ menjadi Fe²⁺, yang larut dan tersedia. Namun, sawah di zona monsun Malaysia terendam secara intermiten: hujan lebat menggenangi tanah, kemudian matahari hangat mengeringkan permukaan, oksigen masuk, dan Fe²⁺ teroksidasi kembali menjadi Fe³⁺. Siklus ini (banjir, kering, banjir kembali) meninggalkan matriks oksida besi yang kurang kristalin, termasuk ferrihidrit, yang secara kimiawi tidak tersedia meskipun besi secara fisik ada di dalam tanah.

Akumulasi lapisan oksida besi ini pada mineral tanah dapat divisualisasikan sebagai mottling kemerahan atau oker di profil tanah. Tanah dengan mottling yang kuat (pola garis-garis merah, coklat, dan abu-abu) sangat rentan terhadap komplikasi defisiensi besi, karena luas permukaan oksida besi yang besar dapat dengan cepat mengimmobilisasi besi terlarut yang terbentuk. Masalahnya bukan total kandungan besi (tanah bercak seringkali memiliki 800-1200 ppm total besi) tetapi bentuk kimia dan laju pengendapan ulang.

Mekanisme yang sama memerangkap besi di tanah alkalin (pH >7), yang terjadi di sawah dengan bahan induk kapur atau di mana petani telah mengaplikasikan kapur berlebihan. pH alkalin mendorong semua besi ke dalam bentuk Fe³⁺, yang langsung mengendap, tanpa kesempatan untuk pelarutan kembali siklus reduksi. Tanah alkalin lebih sulit diatasi daripada tanah defisiensi besi asam karena pH itu sendiri mencegah mobilisasi besi.

Diagnosis visual: daun muda vs. daun tua

Defisiensi nitrogen menyebabkan daun tua menguning terlebih dahulu. Tanaman menarik N dari jaringan yang lebih tua untuk memberi makan pertumbuhan baru, sehingga klorosis intervena (hilangnya warna hijau di antara urat daun) muncul pada daun bendera dan anakan yang lebih tua, sementara daun muda tetap hijau gelap. Daun muda mungkin sedikit menguning, tetapi gradiennya jelas.

Defisiensi besi menyebabkan daun muda menguning terlebih dahulu dan parah. 2-3 daun termuda berubah menjadi kuning cerah atau putih, dengan urat hijau masih menonjol (klorosis intervena). Daun yang lebih tua tetap hijau atau pucat. Pembalikan pola defisiensi N ini adalah kunci diagnostik. Jika sawah menunjukkan penguningan akut pada daun termuda setelah banjir, defisiensi besi harus menjadi hipotesis pertama Anda.

Petunjuk sekunder adalah pola lapangan. Defisiensi besi sering muncul dalam bercak atau mengikuti daerah yang paling banyak air, karena zona tersebut mengalami siklus banjir-kering yang paling intens. Defisiensi N cenderung lebih seragam di seluruh lapangan.